GPMI-I Desak DPRP Papua Tengah Bentuk Pansus Kemanusiaan Intan Jaya
Sudah sepi · hari ke-31 · 1 sumber asli · 1 informasi baru
Sekarang
GPMI-I desak DPRP Papua Tengah bentuk Pansus kemanusiaan Intan Jaya, ancam mobilisasi massa & bakar kantor jika tak ditindaklanjuti; tolak kunjungan Gubernur Papua Tengah 14-15 Sept.
Kronologi
jam = waktu berita terbit
Sabtu, 12 Sep · 5 catatan
- 21.35Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) menyampaikan pernyataan sikap di Nabire, Sabtu (12/9/2026), mendesak DPRP Papua Tengah membentuk Panitia Khusus (Pansus) kemanusiaan untuk mengusut dampak konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya sejak 2019 serta dugaan pelanggaran HAM terhadap warga sipil di sana.Suara Papua ↗
- 21.35GPMI-I mengklaim 52 dari 57 gedung sekolah dan enam dari tujuh puskesmas di Intan Jaya lumpuh total akibat konflik, serta menyebut sekitar 34 pos militer telah dibangun di delapan distrik yang menurut mereka mempersempit ruang sipil.Suara Papua ↗
- 21.35GPMI-I menyoroti penangkapan tujuh warga sipil oleh aparat dan meminta proses tersebut diperiksa secara terbuka untuk memastikan dasar hukum serta perlindungan hak-hak warga sipil; kelompok itu juga menuding adanya kekerasan terhadap warga sipil, pengambilalihan tanah adat, dan penggunaan fasilitas umum sebagai pos keamanan -- tudingan yang menurut GPMI-I sendiri masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak yang dituding.Suara Papua ↗
- 21.35GPMI-I mengancam akan memobilisasi massa dan menyatakan akan membakar kantor DPRP Papua Tengah serta kantor Gubernur Papua Tengah apabila tuntutan pembentukan Pansus tidak ditindaklanjuti; kelompok itu juga menyatakan menolak rencana kunjungan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa ke Intan Jaya pada 14-15 September 2026.Suara Papua ↗
- 21.35GPMI-I turut mendesak Satgas Damai Cartenz dan Koops Habema menghentikan penangkapan warga sipil yang mereka nilai sewenang-wenang, serta mendesak Presiden RI dan Panglima TNI membubarkan Kogabwilhan III.Suara Papua ↗
Sumber asli, urut kedatangan
Sejak 12 Sep, 21.35, tidak ada sumber asli baru yang kami temukan.