Gerakan Rakyat Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen ke 5 Persen
Sudah sepi · hari ke-25 · 1 sumber asli · 1 informasi baru
Sekarang
Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid: kenaikan ambang batas parlemen 4→5% berpotensi mengamputasi hak dan kedaulatan rakyat.
Kronologi
jam = waktu berita terbit
Sabtu, 19 Sep · 2 catatan
- 07.09Gerakan Rakyat menolak keras wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dari 4 menjadi 5 persen dalam RUU Pemilu, merespons usulan sejumlah sekretaris jenderal partai koalisi yang beralasan efektivitas pemerintahan dan penyederhanaan jumlah partai di DPR.SINDOnews ↗
- 07.09Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid: kenaikan ambang batas parlemen berpotensi mengamputasi hak dan kedaulatan rakyat, karena suara pemilih partai yang tak mencapai ambang batas tidak dikonversi jadi kursi — pada Pemilu 2024 sekitar 17,3 juta suara sah terbuang tanpa representasi; Gerakan Rakyat mendorong perbaikan tata kelola internal parlemen ketimbang memangkas hak keterwakilan.SINDOnews ↗
Sumber asli, urut kedatangan
Sejak 19 Sep, 07.09, tidak ada sumber asli baru yang kami temukan.