APH-Malut Demo Jilid I-II di Kejagung dan KPK, Desak Usut Korupsi Covid-19 Halteng
Sudah sepi · hari ke-27 · 1 sumber asli · 1 informasi baru
Sekarang
APH-Malut lanjutkan aksi jilid II (21/9) di KPK usai jilid I di Kejagung (16/9), desak ambil alih kasus korupsi dana Covid-19 Halteng Rp9,07 miliar.
Kronologi
jam = waktu berita terbit
Kamis, 17 Sep · 3 catatan
- 11.10Aliansi Pemerhati Hukum Maluku Utara (APH-Malut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Rabu (16/9/2026), mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Timur Tahun Anggaran 2020, senilai Rp9.075.953.300, termasuk anggaran pengadaan APD dan kelengkapan medis sekitar Rp2.431.027.800.MatalensaNews.com ↗
- 11.10Koordinator Lapangan APH-Malut, Rizal Damola, mengklaim sejumlah penyidik Kejaksaan Negeri Halmahera Timur yang sebelumnya menangani perkara itu dimutasi atau diberhentikan, dan menyebut belum adanya penetapan tersangka meski status sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan, sehingga massa aksi mendesak Kejaksaan Agung RI mengambil alih penanganan kasus tersebut serta mengevaluasi jajaran Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Kejaksaan Negeri Halmahera Timur.MatalensaNews.com ↗
- 11.10APH-Malut menyebut nama Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, serta mantan bendahara Dinas Kesehatan Halmahera Timur, dan meminta pihak yang terbukti terlibat berdasarkan hasil penyidikan diproses sesuai hukum — tudingan ini adalah pernyataan pihak APH-Malut dan belum diklarifikasi oleh pihak yang disebut maupun oleh Kejaksaan Negeri Halmahera Timur/Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.MatalensaNews.com ↗
Sumber asli, urut kedatangan
Sejak 17 Sep, 11.10, tidak ada sumber asli baru yang kami temukan.